Jadual Umroh Tahun 2011

23 01 2011

JADWAL KEBERANGKATAN UMROH PT. ARMINAREKA PERDANA TAHUN 2011

DENGAN PESAWAT GARUDA

NO TGL BERANGKAT TGL KEPULANGAN BIAYA
1 24-Februari-2011 04-Maret-2011 USD 1750 ( 4 Pax )
USD 1800 ( 3 Pax )
USD 1850 ( 2 Pax )
2 03-Maret-2011 11-Maret-2011
3 10-Maret-2011 18-Maret-2011
4 17-Maret-2011 25-Maret-2011
5 24-Maret-2011 01-April-2011
6 07-April-2011 15-April-2011
7 14-April-2011 22-April-2011
8 21-April-2011 29-April-2011
9 28-April-2011 06-Mei-2011
10 05-Mei-2011 13-Mei-2011
11 19-Mei-2011 27-Mei-2011
12 01-Juni-2011 09-Juni-2011
13 16-Juni-2011 24-Juni-2011 USD 1850 ( 4 Pax )
USD 1900 ( 3 Pax )
USD 1950 ( 2 Pax )
14 25-Juni-2011 03-Juli-2011
15 29-Juni-2011 07-Juli-2011
16 03-Juli-2011 11-Juli-2011
17 14-Juli-2011 22-Juli-2011
18 21-Juli-2011 29-Juli-2011

Cukup membayar DP Rp 3.5 juta, maka Anda sudah terdaftar menjadi calon jamaah umroh.

Atau dengan DP 5 juta, Anda terdaftar menjadi calon jamaah haji plus bersama PT. Arminareka Perdana.

Dan yang menarik, hanya dengan membayar DP di atas, anda berhak menjalankan bisnis biro Haji dan Umroh Arminareka Perdana. Artinya setelah membayar DP itu, Anda dapat mengajak saudara, teman dan tetangga menjadi calon jamaah. Dan jika mereka membayar DP-nya, maka Anda akan memperoleh komisi Rp 1.5 juta untuk referensi umroh dan Rp 2.5 juta untuk referensi haji.

Menarik bukan?





Apa Sih Arminareka?

28 09 2010

Banyak yang bertanya apa sih Arminareka Perdana itu?
PT. Arminareka Perdana biro perjalanan yang didirikan di Jakarta pada 9 Pebruari 1990. Pendirinya adalah Bapak Drs.H.Gurril Mz dan Ibu Hj Corry Mundzakkar, dengan Bapak Sholichin GP sebagai Penasehat.

Selain dikenal sebagai biro perjalanan haji plus dan umroh PT Arminareka Perdana, juga sebagai perusahaan pengerah tenaga kerja ke luar negeri.

Dalam waktu kurang lebih 20 tahun, Arminareka sudah berhasil memberangkatkan sekitar 27.500 jamaah, baik jamaah umroh maupun haji Plus.

Untuk meningkatkan pemasaran jasa travel perjalanan ibadah haji dan umrah tersebut, pada tanggal 13 Mei 2008, Devisi Marketing PT Arminareka Perdana mendirikan PT Armina Utama Sukses (ARUS) sebagai bentuk inovasi strategi pemasaran.

Visi & Misi :
1. Mengajak Seluruh Masyarakat Untuk Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah
2. Meningkatkan Taraf Hidup Keluarga dan Seluruh Masyarakat
3. Memberi Solusi

Legalitas Perusahaan :
1. No. Surat Izin Usaha Biro Perjalanan Umum : Kep. 21/BPU/II/90
2. NPWP : 01.342.510.3-432.000
3. No. Izin Domisili : 300/75/KI IB/XI/2007
4. No. Izin Umroh : D / 142 Tahun 2009
5. No. Izin Haji : D / 80 Tahun 2009

DIREKSI :
Direktur Utama : Ir. Hj. Darnelly Guril, MSc.
Dir.Marketing : H. Subaebasni, SE.
Komisaris : H. Heru Syam.
Sek.Direksi : P.Widhiastuti, SP

Tim Pembimbing Ibadah :
Drs. K.H. Nuruddin Munawar
K.H. Ikin Ahmad Sodikin
K.H. Dave Ariant Yusuf
Drs. M.M Arif Sholahuddin

Tim Pelaksana di Saudi Arabia :
Reservasi Hotel, Bus, Catering di Mekkah dan Jeddah
H. Khalid Nasir ; HP:0508759237 Telp:+96626212106

Reservasi Hotel, Bus, Catering di Madinah
H. Wisnu ; HP:0508753104

Handling AirPort Jeddah
H. Wadut ; HP:0500704574
H. Khalid Nasir ; HP:0508759237
Tim Muthawif di Saudi Arabia :
H. Marzuan ; HP:0501819865
H.Safari ; HP:0509231405
H.Tohir ; HP:0559491567
H. Dofir ; HP:0556601814
H. Badrun ; HP:0503569134
H. Wadut ; HP:0500704574





Jadwal Umroh Mei 2010

20 04 2010

Apakabar sahabat? Apakah niat umroh masih terpelihara dengan baik? Apakah tindakan untuk mewujudkannya telah dilakukan, atau sedang dilakukan? Mudah-mudahan demikian adanya. Kami berharap Allah segera mengabulkan niat suci Anda semua.

Insya Allah bulan Mei 2010 PT. Arminareka Perdana akan melayani 4 pemberangkatan perjalanan umroh.

Pertama 5 Mei – 13 Mei 2010

Kedua 5 Mei – 16 Mei 2010 (Program 12 hari)

Ketiga 10 Mei – 18 Mei 2010

Keempat 19 Mei – 27 Mei 2010

Ayo, wujudkan niat Anda. Cukup membayar DP Rp 3.5 juta, Anda akan terdaftar sebagai calon jamaah umroh bersama PT. Arminareka Perdana.  Pelunasan dapat dilakukan kapan saja, paling lambat 2 minggu sebelum tanggal keberangkatan.

Langkah pertama mewujudkan niat adalah dengan take an action. Yaitu dengan menyisihkan uang Anda sebagai DP. Insya Allah dengan langkah pertama ini Allah akan memudahkan langkah-langkah selanjutnya.





Ka’bah

8 04 2010

Oh, aku telah tiba di kota Makkah
Berombongan sekarang menuju Ka’bah
Berbalut kain ihram bersenandung talbiyah
Berjalan cepat menuju al Haram nan megah

Oh, di mana ini halamannya luas sekali
Inilah halaman masjidil haram nan suci
Mendengar tausiyah kami menghentikan langkah kaki
Sebentar lagi aku larut dalam ibadah suci
Warisan Ibrahim Bapak Para Nabi

Oh, inikah Ka’bah

Mata terus menatap hati terus bertanya
Ka’bah yang sering kulihat gambarnya
Kini aku berdiri terpaku di hadapannya

Bismillahi Allahu Akbar
Sambil tangan melambai ke arah hajar aswad
Kecupan jauh isyarat meniru sunnah
Lalu aku terhanyut dalam lautan manusia

Putih-putih mendominasi riak gelombang
Putarannya melawan arah jarum jam
Aku tersedot dalam pusaran tawaf
Tujuh putaran mengitari Ka’bah

Cikarang, 31 Maret 2006

Oleh Choirul Asyhar (Sajak kenanganku, pertama berjumpa Ka’bah awal 2005)





HAJI: MENUNGGU REZEKI NOMPLOK?

1 03 2010

Menunggu rezeki nomplok bagi seorang buruh seperti saya dan seorang guru seperti istri saya bagai menunggu Godot. Tak kan kunjung tiba. Apalagi jika jelas-jelas tak ada sumber-sumber lain. Atau potensi sumber seperti warisan orang tua, gusuran tanah, jual sawah atau haji atas biaya dinas seperti yang diadakan oleh instansi pemerintah atau kantor swasta yang bonafid. Maka jangan mimpi dapat rezeki nomplok. Bagai mendapat durian runtuh kata peribahasa. Meskipun Allah bisa saja memberikan rizki-Nya dari arah yang tak disangka-sangka. Tapi dari pada berangan-angan lebih baik bertindak. Kalau sudah bertindak, insya Allah pertolongan Allah akan turun.

Pertolongan Allah tidak harus dalam bentuk uang tunai. Niat yang kuat juga pertolongan Allah. Komitmen untuk terus menabung secara rutin setiap bulan juga merupakan bentuk pertolongan Allah. Tahan godaan agar tidak menggunakan THR berlebihan sehingga bisa menabung lebih banyak juga merupakan pertolongan Allah. Lalu, kenaikan jabatan yang berarti kenaikan gaji, sehingga bisa menabung lebih banyak lagi itu juga tentu tak lepas dari campur tangan Allah. Insya Allah itu akan turun setelah kita bertindak untuk mewujudkan cita-cita. Demikian yang saya dan istri alami.

Semua terasa mudah. Menabung terasa mudah. Hidup pas-pasan terasa indah. Mengurangi jatah jalan-jalan terasa lebih bermanfaat. Membelanjakan sedikit, menabung banyak serasa nikmat. Itulah pertolongan Allah.

Itu kami rasakan setelah kami akhirnya melangkah lebih jauh dari hanya sekedar niat. Yaitu dengan membuka tabungan haji di sebuah bank syari’ah.

Ada penyesalan ketika kami merasakan kenikmatan itu. Kenapa itu tidak kami lakukan sejak dulu. Tapi it’s better late than never. Lebih baik terlambat daripada tidak melakukan sama sekali.

Menyadari bahwa penyesalan itu kurang baik, maka kami ganti dengan bersyukur. Bersyukur bahwa Allah masih mengingatkan kami: dulu kami pernah punya niat suci ke tanah suci yang belum beranjak dari sebuah niat saja. Lalu Allah mengingatkan melalui dering telepon dari seorang teman lama dan disemangati lagi dengan keberangkatan kakak saya beserta istrinya ke tanah suci. Telepon teman dan keberangkatan kakak juga sentilan Allah yang patut disyukuri.

Demikian juga dengan Anda, syukurilah jika Anda berkesempatan membaca tulisan ini. Dan segera bertindak. Selanjutnya Allah akan menunjukkan jalan-Nya. Amiin

Take action, let me help you to open your account

Take action! Let me help you to open your account!

[hj]





Niat Saja Belum Cukup

24 02 2010

NIAT HAJI

Haji adalah salah satu dari rukun Islam yang lima. Banyak anggapan Islam kita akan sempurna jika telah melaksanakan ibadah Haji. Karena itu cita-cita berhaji adalah cita-cita yang wajar ada dalam diri setiap muslim. Justru tidak wajar jika ada muslim yang tidak berkeinginan menunaikan ibadah Haji.

Tapi karena besarnya biaya dan beratnya medan maka Rasulullah mengatakan bahwa haji hanya wajib bagi yang mampu. Yang tidak mampu tidak diwajibkan bersusah payah menunaikan ibadah ini. Ibadah yang menuntut persiapan mal (harta), ruh (keimanan) dan jasad (badan).

Dari Umar bin Khottob r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Islam adalah engkau bersaksi tiada tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat, menunaikan zakat, shaum Ramadhan, dan engkau berhaji ke Baitullah, jika engkau mampu. (HR. Muslim)

Dari segi biaya, tidak ada yang memungkiri tingginya biaya menunaikan ibadah haji. Sekitar USD 2.500 – 3.000 harus disiapkan oleh setiap orang yang hendak berhaji. Jika berangkat suami-istri tinggal dikalikan dua saja. Belum termasuk biaya bagi keluarga yang ditinggalkan, biaya bimbingan haji, transportasi dalam mengurusi tetek bengek, kain ihrom, bekal pakaian, makanan dan sebagaianya.

Untuk ONH Plus biayanya sekitar USD 6.500 per orang.

Yang paling besar, dan sering dianggap sebagai parameter ketidakmampuan adalah ongkos naik itu. Maka tak heran jika sering kita dengar dialog seperti ini:

“Enak ya, bisa naik haji?”

”Pingin naik Haji?”

“Tentu, dong”

“Kapan berangkat?”

“Ya, saya kan cuma buruh. Nanti kali, kalau dapat rejeki nomplok!”.

Ya, bagi seorang buruh yang sudah berkeluarga, dengan kerja full lembur yang hanya mendapatkan 3 – 4 juta per bulan, pergi haji bagai burung pungguk merindukan bulan. Maka pergi haji ke tanah suci sering hanya jadi sekedar niat suci saja.

Demikian juga yang saya alami. Niat dan kemauan ada sejak 15 tahun yang lalu. Tapi rezeki nomplok tak kunjung datang. Bahkan dengan perhitungan saya, seakan tak mungkin bisa pergi haji. Untuk nafkah keluarga yang terdiri dari satu istri dan 4 anak, gaji jadi pas-pasan. Paling-paling tambahannya THR yang habis untuk biaya mudik. Bonus tahunan tak kunjung ada. Ketika pindah kerja, bonus tahunan ada meskipun cuma sekali gaji. Sementara daftar pengeluaran sudah menunggu untuk direalisasikan. Warisan? Nggak ada. Maka yang ada hanya pasrah. Nunggu panggilan Nabi Ibrahim a.s. Demikian sering dikatakan orang-orang.  Paling banter minta do’a kepada tetangga yang berangkat haji, agar nama saya segera dipanggil ke sana.

NIAT SAJA TIDAK CUKUP

Masih banyak anggapan bahwa yang bisa pergi haji hanya para pedagang besar, petani kaya, direktur sebuah perusahaan dan lain-lain. Tapi ketika saya perhatikan ternyata tidak semua pedagang besar bisa pergi haji, karena hatinya belum tergerak. Demikian juga dengan petani kaya. Juga para menejer dan direktur di kantor saya, maka saya menyimpulkan yang penting adalah niat dan kemauan untuk naik haji!

Setelah 15 tahun saya menanamkan niat dalam diri saya dan belum teralisasi, lalu muncul ’aha’ dalam diri saya. Bahwa ternyata niat saja tidak cukup. Harus ada ikhtiar. Usaha. Action!

Lalu usaha apa yang bisa dilakukan oleh buruh seperti saya dan guru seperti istri saya? Gaji tetap, ada tambahan kalau lembur. Itupun kalau tidak dipelototin juragan Jepang.  Ada tambahan bonus dan THR yang sudah ada alokasinya masing-masing. Maka perlu action. Action yang kami lakukan sederhana saja yaitu…. Menabung! Menyisihkan sebagian uang gaji untuk ditabung. Berapapun penghasilan saya. Sekian persen harus disisihkan untuk ditabung. Dan ternyata ini juga yang dilakukan oleh petani, pemulung, atau pedagang kecil di kampung saya yang ternyata berhasil merealisasikan mimpinya menunaikan ibadah haji.

Kini ada pula cara mudah untuk berhaji. Jangankan haji reguler, haji plus insya Allah bisa dilakukan.

PT. Arminareka Perdana membuka kesempatan untuk ini. Caranya? Cukup dengan membayar DP 5 juta untuk haji plus, kita diberi kesempatan menjalankan usaha travel haji dan umroh. Dengan membantu memasarkan kepada saudara, teman, dan tetangga. Dengan itu, kita mendapatkan komisi yang tak sedikit untuk menambah tabungan haji kita.

Rp. 1.5 juta untuk 1 referensi umroh.

Rp. 2.5 juta untuk 1 referensi haji plus.

Ini adalah salah satu usaha mewujudkan niat kita berhaji. Melaksanakan rukun Islam yang kelima.

Lalu usaha apa yang sudah Anda lakukan selama ini untuk merealisasikan niat naik haji Anda?

Belum ada? … Masih hanya sebatas niat saja?

Just take an action:  Hubungi saya di 0878 821 883 55. Telpon boleh. SMS juga boleh

Semoga Allah memberi kemudahan bagi kita semua. Amiin.

Salam dari Choirul Asyhar, Penulis buku “Haji, Rencanakanlah Maka Kau Akan Mampu”





Setelah Nonton Emak

21 02 2010
film religi yang bagus dari penulis2 muslim

film religi yang bagus karya penulis2 muslim

Alhamdulillah, bergabung dengan Arminareka akhirnya saya berkesempatan nonton film ini. Sebenarnya ini film ini diproduksi akhir tahun 2009. Tapi saya baru sekerang menontonnya. Selain karena gratis, saya juga termotivasi untuk ketemu para jamaah calon haji dan umroh bersama PT. Arminareka Perdana, yang awal Maret 2010 akan memberangkatkan kurang lebih 100 jamaah umroh.

Kembali ke film….

Film ini diangkat dari cerpen karya apik Asma Nadia, dan skenarionya digarap dengan apik pula oleh Aditya Gumay yang sekaligus sebagai sutradara.

Film ini menampilkan keinginan Emak orang kecil yang pengen naik haji. Emak yang hanya bisa menabung sejuta setahun. Saat ini, ketika terkumpul 5 juta, umur emak sudah 60 tahunan. Kalau ONH 30 juta, berarti 25 tahun lagi Emak bisa naik haji.  Itu berarti umur 85 an Emak bakal pergi haji. Sebuah perjuangan ibadah yang sulit dan panjang. Tapi kecintaan kepada Allah mendorong Emak melakukan ACTION, dengan membuka tabungan haji dengan uangnya yang 5 juta itu. Tak peduli apakah Allah masih memberi umur lebih panjang atau tidak.

Kata Emak, “kalau Allah keburu memanggil Emak, hati Emak toh sudah lama berada di Makkah.”

Tak sekedar menceritakan beratnya perjuangan Emak menuju baitullah. Film ini juga menampilkan ketimpangan sosial yang terjadi dalam masyarakat muslim Indonesia. Di satu sisi seorang seperti Emak demikian sulitnya melaksanakan rukun Islam kelima, tapi di sisi lain tetangga Emak, seorang saudagar kaya raya telah menunaikan haji dan umroh berkali-kali.

Si kaya yang telah berhaji berkali-kali, tak menyadari memiliki tetangga yang kelaparan sehingga harus makan bangkai burung. Sementara Emak yang miskin segera tergerak menyisihkan uangnya untuk membantu tetangganya itu.

Emak yang baru memiliki tabungan 5 juta, rela mengorbankan seluruh tabungannya demi membantu biaya operasi hernia cucu satu-satunya.

Dengan cerita yang apik dan ending tak terduga toh akhirnya Emak dan Zain berhasil menunaikan ibadah haji. Dalam blognya Asma Nadia menulis tentang pengalaman pribadinya menunaikan ibadah haji  “Biaya naik haji makin membumbung tinggi sehingga sulit untuk dijangkau. Tapi berkat Allah, saya dan suami bisa juga naik haji. Sampai suami
bilang kita kira haji itu kita yang bayar tapi ternyata Allah yang bayar. Pokoknya nabung dan diniatin untuk haji meski cuma seribu perak per hari.”

Ayo, wujudkan niat Anda dengan ACTION.

Bisa membuka tabungan haji.

Atau gabung dengan PT. Arminareka. Cukup bayar DP 5 juta. Insya Allah, Dia akan membukakan jalan-jalan kemudahan bagi kita. Amiin.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.