Niat Saja Belum Cukup

24 02 2010

NIAT HAJI

Haji adalah salah satu dari rukun Islam yang lima. Banyak anggapan Islam kita akan sempurna jika telah melaksanakan ibadah Haji. Karena itu cita-cita berhaji adalah cita-cita yang wajar ada dalam diri setiap muslim. Justru tidak wajar jika ada muslim yang tidak berkeinginan menunaikan ibadah Haji.

Tapi karena besarnya biaya dan beratnya medan maka Rasulullah mengatakan bahwa haji hanya wajib bagi yang mampu. Yang tidak mampu tidak diwajibkan bersusah payah menunaikan ibadah ini. Ibadah yang menuntut persiapan mal (harta), ruh (keimanan) dan jasad (badan).

Dari Umar bin Khottob r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Islam adalah engkau bersaksi tiada tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat, menunaikan zakat, shaum Ramadhan, dan engkau berhaji ke Baitullah, jika engkau mampu. (HR. Muslim)

Dari segi biaya, tidak ada yang memungkiri tingginya biaya menunaikan ibadah haji. Sekitar USD 2.500 – 3.000 harus disiapkan oleh setiap orang yang hendak berhaji. Jika berangkat suami-istri tinggal dikalikan dua saja. Belum termasuk biaya bagi keluarga yang ditinggalkan, biaya bimbingan haji, transportasi dalam mengurusi tetek bengek, kain ihrom, bekal pakaian, makanan dan sebagaianya.

Untuk ONH Plus biayanya sekitar USD 6.500 per orang.

Yang paling besar, dan sering dianggap sebagai parameter ketidakmampuan adalah ongkos naik itu. Maka tak heran jika sering kita dengar dialog seperti ini:

“Enak ya, bisa naik haji?”

”Pingin naik Haji?”

“Tentu, dong”

“Kapan berangkat?”

“Ya, saya kan cuma buruh. Nanti kali, kalau dapat rejeki nomplok!”.

Ya, bagi seorang buruh yang sudah berkeluarga, dengan kerja full lembur yang hanya mendapatkan 3 – 4 juta per bulan, pergi haji bagai burung pungguk merindukan bulan. Maka pergi haji ke tanah suci sering hanya jadi sekedar niat suci saja.

Demikian juga yang saya alami. Niat dan kemauan ada sejak 15 tahun yang lalu. Tapi rezeki nomplok tak kunjung datang. Bahkan dengan perhitungan saya, seakan tak mungkin bisa pergi haji. Untuk nafkah keluarga yang terdiri dari satu istri dan 4 anak, gaji jadi pas-pasan. Paling-paling tambahannya THR yang habis untuk biaya mudik. Bonus tahunan tak kunjung ada. Ketika pindah kerja, bonus tahunan ada meskipun cuma sekali gaji. Sementara daftar pengeluaran sudah menunggu untuk direalisasikan. Warisan? Nggak ada. Maka yang ada hanya pasrah. Nunggu panggilan Nabi Ibrahim a.s. Demikian sering dikatakan orang-orang.  Paling banter minta do’a kepada tetangga yang berangkat haji, agar nama saya segera dipanggil ke sana.

NIAT SAJA TIDAK CUKUP

Masih banyak anggapan bahwa yang bisa pergi haji hanya para pedagang besar, petani kaya, direktur sebuah perusahaan dan lain-lain. Tapi ketika saya perhatikan ternyata tidak semua pedagang besar bisa pergi haji, karena hatinya belum tergerak. Demikian juga dengan petani kaya. Juga para menejer dan direktur di kantor saya, maka saya menyimpulkan yang penting adalah niat dan kemauan untuk naik haji!

Setelah 15 tahun saya menanamkan niat dalam diri saya dan belum teralisasi, lalu muncul ’aha’ dalam diri saya. Bahwa ternyata niat saja tidak cukup. Harus ada ikhtiar. Usaha. Action!

Lalu usaha apa yang bisa dilakukan oleh buruh seperti saya dan guru seperti istri saya? Gaji tetap, ada tambahan kalau lembur. Itupun kalau tidak dipelototin juragan Jepang.  Ada tambahan bonus dan THR yang sudah ada alokasinya masing-masing. Maka perlu action. Action yang kami lakukan sederhana saja yaitu…. Menabung! Menyisihkan sebagian uang gaji untuk ditabung. Berapapun penghasilan saya. Sekian persen harus disisihkan untuk ditabung. Dan ternyata ini juga yang dilakukan oleh petani, pemulung, atau pedagang kecil di kampung saya yang ternyata berhasil merealisasikan mimpinya menunaikan ibadah haji.

Kini ada pula cara mudah untuk berhaji. Jangankan haji reguler, haji plus insya Allah bisa dilakukan.

PT. Arminareka Perdana membuka kesempatan untuk ini. Caranya? Cukup dengan membayar DP 5 juta untuk haji plus, kita diberi kesempatan menjalankan usaha travel haji dan umroh. Dengan membantu memasarkan kepada saudara, teman, dan tetangga. Dengan itu, kita mendapatkan komisi yang tak sedikit untuk menambah tabungan haji kita.

Rp. 1.5 juta untuk 1 referensi umroh.

Rp. 2.5 juta untuk 1 referensi haji plus.

Ini adalah salah satu usaha mewujudkan niat kita berhaji. Melaksanakan rukun Islam yang kelima.

Lalu usaha apa yang sudah Anda lakukan selama ini untuk merealisasikan niat naik haji Anda?

Belum ada? … Masih hanya sebatas niat saja?

Just take an action:  Hubungi saya di 0878 821 883 55. Telpon boleh. SMS juga boleh

Semoga Allah memberi kemudahan bagi kita semua. Amiin.

Salam dari Choirul Asyhar, Penulis buku “Haji, Rencanakanlah Maka Kau Akan Mampu”

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: