Apa Sih Arminareka?

28 09 2010

Banyak yang bertanya apa sih Arminareka Perdana itu?
PT. Arminareka Perdana biro perjalanan yang didirikan di Jakarta pada 9 Pebruari 1990. Pendirinya adalah Bapak Drs.H.Gurril Mz dan Ibu Hj Corry Mundzakkar, dengan Bapak Sholichin GP sebagai Penasehat.

Selain dikenal sebagai biro perjalanan haji plus dan umroh PT Arminareka Perdana, juga sebagai perusahaan pengerah tenaga kerja ke luar negeri.

Dalam waktu kurang lebih 20 tahun, Arminareka sudah berhasil memberangkatkan sekitar 27.500 jamaah, baik jamaah umroh maupun haji Plus.

Untuk meningkatkan pemasaran jasa travel perjalanan ibadah haji dan umrah tersebut, pada tanggal 13 Mei 2008, Devisi Marketing PT Arminareka Perdana mendirikan PT Armina Utama Sukses (ARUS) sebagai bentuk inovasi strategi pemasaran.

Visi & Misi :
1. Mengajak Seluruh Masyarakat Untuk Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah
2. Meningkatkan Taraf Hidup Keluarga dan Seluruh Masyarakat
3. Memberi Solusi

Legalitas Perusahaan :
1. No. Surat Izin Usaha Biro Perjalanan Umum : Kep. 21/BPU/II/90
2. NPWP : 01.342.510.3-432.000
3. No. Izin Domisili : 300/75/KI IB/XI/2007
4. No. Izin Umroh : D / 142 Tahun 2009
5. No. Izin Haji : D / 80 Tahun 2009

DIREKSI :
Direktur Utama : Ir. Hj. Darnelly Guril, MSc.
Dir.Marketing : H. Subaebasni, SE.
Komisaris : H. Heru Syam.
Sek.Direksi : P.Widhiastuti, SP

Tim Pembimbing Ibadah :
Drs. K.H. Nuruddin Munawar
K.H. Ikin Ahmad Sodikin
K.H. Dave Ariant Yusuf
Drs. M.M Arif Sholahuddin

Tim Pelaksana di Saudi Arabia :
Reservasi Hotel, Bus, Catering di Mekkah dan Jeddah
H. Khalid Nasir ; HP:0508759237 Telp:+96626212106

Reservasi Hotel, Bus, Catering di Madinah
H. Wisnu ; HP:0508753104

Handling AirPort Jeddah
H. Wadut ; HP:0500704574
H. Khalid Nasir ; HP:0508759237
Tim Muthawif di Saudi Arabia :
H. Marzuan ; HP:0501819865
H.Safari ; HP:0509231405
H.Tohir ; HP:0559491567
H. Dofir ; HP:0556601814
H. Badrun ; HP:0503569134
H. Wadut ; HP:0500704574





Jadwal Umroh Mei 2010

20 04 2010

Apakabar sahabat? Apakah niat umroh masih terpelihara dengan baik? Apakah tindakan untuk mewujudkannya telah dilakukan, atau sedang dilakukan? Mudah-mudahan demikian adanya. Kami berharap Allah segera mengabulkan niat suci Anda semua.

Insya Allah bulan Mei 2010 PT. Arminareka Perdana akan melayani 4 pemberangkatan perjalanan umroh.

Pertama 5 Mei – 13 Mei 2010

Kedua 5 Mei – 16 Mei 2010 (Program 12 hari)

Ketiga 10 Mei – 18 Mei 2010

Keempat 19 Mei – 27 Mei 2010

Ayo, wujudkan niat Anda. Cukup membayar DP Rp 3.5 juta, Anda akan terdaftar sebagai calon jamaah umroh bersama PT. Arminareka Perdana.  Pelunasan dapat dilakukan kapan saja, paling lambat 2 minggu sebelum tanggal keberangkatan.

Langkah pertama mewujudkan niat adalah dengan take an action. Yaitu dengan menyisihkan uang Anda sebagai DP. Insya Allah dengan langkah pertama ini Allah akan memudahkan langkah-langkah selanjutnya.





Haji Jika Mampu

18 02 2010

Rencanakanlah!

Senang rasanya mendengar, menyaksikan dan mengantar teman-teman yang berkesempatan pergi haji. Bagi yang sudah pernah pergi menunaikan ibadah haji, pasti terkenang keindahan dan kenikmatan ibadah di tanah suci. Alharamain Makah dan Madinah. Bagi yang belum berkesempatan berhaji, semakin menjadi-jadi keinginannya melaksanakan rukun Islam ke-5 ini.

Kalau ada muslim-muslimah yang tak punya sedikitpun keinginan berhaji, maka perlu diperiksa ada apa dengan keimanan orang ini. Biasanya setelah ditanyakan kepadanya ada 2 sebab utama. Pertama dia apatis dengan kondisi keuangannya. Kedua dia merasa belum cukup suci untuk pergi ke tanah suci. Meskipun uang ada berlimpah-limpah.

Tak terasa sebentar lagi teman-teman yang terdaftar berangkat haji tahun 2010, sudah harus belajar segala sesuatu tentang haji. Agar nanti bisa melaksanakannya dengan baik dan benar.  Wow, senang sekali menjadi orang yang berkemampuan menunaikan ibadah haji ini.

BAGAIMANA AGAR BERKEMAMPUAN?

Ibadah ini termasuk ibadah kelas berat. Fisik harus siap. Hati juga demikian. Dan yang paling sering jadi pembicaraan adalah biaya. Maka wajar jika kewajiban ibadah haji itu bersyarat:  “…. jika kalian mampu.”

Dari Umar bin Khottob r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Islam adalah engkau bersaksi tiada tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat, menunaikan zakat, shaum Ramadhan, dan engkau berhaji ke Baitullah, jika engkau mampu.

(HR. Muslim)

Mencermati hadist di atas, ada dua cara orang Islam menyimpulkannya:

Pertama, “karena saya belum mampu maka saya tidak wajib melaksanakan ibadah haji. Nanti kalau saya mampu maka saya dikenai kewajiban haji itu. Sekarang belum. Ada ‘rukhsyah’ untuk tidak melaksanakannya karena saya masih belum berkemampuan.”

Jika membacanya demikian, maka akan muncul permakluman-permakluman lainnya terhadap kondisi diri sendiri.

Seperti:

“Saya kan cuma buruh pabrik, mana mungkin bisa melaksanakan haji. Setiap bulan gaji pas-pasan untuk hidup, sekolah anak-anak dan lain-lain kebutuhan rumah tangga.”

Atau,

“Saya masih banyak hutang. Setiap bulan harus bayar angsuran rumah, mobil, motor, hape, tivi, panci, karpet, dan lain-lain.”

Atau lagi,

“Rumah saya sudah tua, jadi harus direnovasi, jika tidak mau lapuk oleh waktu.”

Atau pula,

“Kayaknya harus dapat rejeki nomplok nih, baru saya bisa naik haji.”

Atau,

“Pokoknya kalau dapat undian berhadiah mobil saya akan jual untuk ongkos naik haji.”

Ada juga,

“wah, mana mungkin? Saya tidak punya sawah untuk dijual bakal ONH.”

Kalau terus didengarkan makin banyak lagi alasan yang muncul, yang justru melemahkan diri. Alasan-alasan ini justru menjadikan kita sebagai orang yang tidak kunjung mampu berhaji. Padahal kalau ditanya mau nggak sih dia haji, pasti jawabannya “Mau dong, siapa yang nggak pengen?”

Pengen adalah cita-cita. Cita-cita adalah dream atau impian. Anak kecil jika ingin mainan bisa termimpi-mimpi untuk mendapatkannya. Sampai tidurnya mengigau menyebut-nyebut nama mainan itu. Ketika bangun tidur, merengek lagi kepada ayah ibunya agar dibelikan mainan itu. Mimpi adalah kunci… demikian sebaris syair lagu Laskar Pelangi.

Kalau kita pengen haji, mestinya juga demikian. Termimpi-mimpi saat tidur, lalu bekerja keras saat terbangun. Demi tercapainya cita-cita itu. Bukan sebaliknya melemahkan diri kedalam ketidakmampuan itu. Jika demikian, maka benarlah bahwa keinginannya untuk berhaji tak bakal terwujud karena dia selalu menenggelamkan dirinya dalam kelompok orang yang tak mampu. Sehingga tidak perlu pergi haji.

Itu adalah cara pertama. Bagaimana dengan cara kedua membaca hadis itu?

“Ini adalah rukun Islam, saya harus jadi orang mampu. Agar saya bisa berhaji!”

“Rukhsah bagi yang tak mampu itu, biar untuk orang lain saja. Saya harus mampu!”

“Saya harus melengkapi keislaman saya dengan melaksanakan kelima-lima rukun Islam itu, termasuk berhaji!”

Lalu ditargetkan kapan bisa naik haji. Kalau untuk rumah seharga 100 juta berani mencicil  10-15 tahun, kenapa tidak mencoba mencicil ONH?

Ayo, ambil kalkulator. Masukkan angka 70 juta untuk ongkos haji reguler suami-istri 10 tahun yang akan datang. Bagi dengan 10, maka itu berarti kita harus menabung 7 juta per tahun. Bagi lagi dengan 12. Itu berarti kita harus menyisihkan Rp. 584 ribu per bulan. Jika gaji kita 3 juta per bulan berarti dengan menyisihkan 20% setiap bulan, kita akan berkemampuan berhaji sepuluh tahun ke depan. Yaitu tahun 2020 nanti. Sambil berdoa semoga nilai rupiah tidak  terdepresiasi terhadap dollar.

Kalau nilai ini dianggap terlalu besar, mari kita bikin urutan prioritas pengeluaran bulanan. Coret yang tidak perlu. Coret apa yang tidak akan membuat kita mati tanpanya. Coret apa yang justru membuat kita sakit jasmani dan rohani.

Apa yang masuk kriteria itu?

Banyak. Misalnya rokok yang merusak jasmani kita. Bioskop yang merusak kantong dan rohani kita. Jalan-jalan ke mall yang menyuburkan sifat konsumerisme dan hedonisme. Kurangi jajan, karena istri telah memasak di rumah. Kurangi jajan yang dilakukan hanya karena hobbi. Misalnya makan bakso atau duren. Jadikan makan karena butuh, bukan karena hobi apalagi nafsu. Kurangi memanjakan anak dengan jajanan tak bergizi dan menyuburkan penyakit. Yang menyebabkan biaya pengobatan membengkak dan tak dikover asuransi.

Kalau istiqomah dan terus berdoa kepada Allah niscaya Allah akan menguatkan niat kita menuju berkemampuan itu.

Ada juga cara lain mengumpulkan uang bakal ongkos naik haji:

Ikuti program PT. Arminareka. Cukup dengan membayar DP 5 juta, Anda terdaftar menjadi jamaah calon haji. Sisanya bisa dicicil tanpa batasan waktu. Atau Anda mereferensekian teman, tetangga dan saudara untuk berhaji atau umroh melalui Arminareka. Maka Anda akan mendapat penghasilan tambahan yang tak sedikit.

Berapa besarnya?

Rp 1.5 juta/satu referensi umroh dan Rp 2.5 juta /satu referensi haji. Semakin banyak Anda mengajak orang lain beribadah haji semakin dekat Anda kepada cita-cita melaksanakan haji atau umroh. Insya Allah.

Labbaikallahumma labbaik

Labbaika laa syarika laka labbbaik

Innal hamda wanni’mata

Laka walmulk

Laa syariikalak





Mampulah, Agar Bisa Berhaji

14 02 2010
O, senangnya melihat langsung Ka'bah. Kiblat yang selama ini kita shalat menghadapnya

O, senangnya melihat langsung Ka'bah. Kiblat yang selama ini kita shalat menghadapnya

Rukun Islam yang kelima adalah pergi menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah, jika berkemampuan. Mampu artinya memiliki ilmunya, tenaga dan kesehatannya, dan finansialnya. Kalau ditanyakan kepada setiap muslim apakah ada keinginan menunaikan haji, pasti jawabannya:

“Ya, pasti. Siapa yang gak pengen.”

“Tapi, saya belum mampu”

Kebanyakan mampu yang dimaksudkan ini adalah mampu secara finansial. Oke, ilmu bisa dipelajari, kebugaran bisa dilatih, jadi memang tinggal finansial yang pantas dijadikan sebagai alasan. Sehingga banyak muslimin yang tidak proaktif menyambut perintah berhaji, karena ada syarat “jika mampu” itu.

Seharusnya ada cara pandang baru dalam menyikapi kalimat “berhaji jika berkemampuan” itu.

Bagaimana jika kita balik logikanya: “Ayo menjadi berkemampuan agar bisa berhaji!”

Alhamdulillah, di beberapa komunitas wirausaha mulai tumbuh keinginan untuk mandiri. Tak hanya mandiri, bahkan memberikan kemaslahatan bagi beberapa karyawan dan keluarganya. Selanjutnya menjadi orang yang berkemampuan. Bahkan berkemampuan lebih secara finansial. Banyak yang sukses. Banyak juga yang menjadikan ibadah haji menjadi salah satu targetnya. Salah satu contoh adalah MMC1 yang berketetapan hati menunaikan haji bersama-sama tahun 2012.

Ternyata berhaji bisa dikejar realisasinya. Dengan menjadikan diri berkemampuan. Dengan bekerja lebih keras dan cerdas. Bukan menunggu rezeki tercurah dari langit. Bukan menunggu panggilan Nabi Ibrahim a.s. Karena panggilan itu sudah ada sejak dulu, sejak perintah berhaji itu menjadi rukun Islam, melalui sebuah hadits Nabi SAW.

“Dari Umar bin Khattab r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah; menegakkan shalat, menunaikan zakat, shaum Ramadhan, dan engkau berhaji ke Baitullah, jika engkau mampu.” (HR. Muslim)

Ayo, jadilah berkemampuan agar bisa segera menunaikan ibadah haji. Melaksanakan rukun Islam kelima! Rencanakanlah dari sekarang. Kalau perlu daftar dari sekarang. Semakin lambat mengambil tindakan semakin jauh waiting listnya. Jika tak mau menunggu terlalu lama, bayar DP-nya untuk mengikuti program haji khusus.

Semoga Allah memudahkan kita semua. Amiin.

Cikarang Baru, 29 Shafar 1431/14 Februari 2010

Choirul Asyhar

Penulis Buku “Haji, Rencanakanlah Maka Kau Akan Mampu”