Setelah Nonton Emak

21 02 2010
film religi yang bagus dari penulis2 muslim

film religi yang bagus karya penulis2 muslim

Alhamdulillah, bergabung dengan Arminareka akhirnya saya berkesempatan nonton film ini. Sebenarnya ini film ini diproduksi akhir tahun 2009. Tapi saya baru sekerang menontonnya. Selain karena gratis, saya juga termotivasi untuk ketemu para jamaah calon haji dan umroh bersama PT. Arminareka Perdana, yang awal Maret 2010 akan memberangkatkan kurang lebih 100 jamaah umroh.

Kembali ke film….

Film ini diangkat dari cerpen karya apik Asma Nadia, dan skenarionya digarap dengan apik pula oleh Aditya Gumay yang sekaligus sebagai sutradara.

Film ini menampilkan keinginan Emak orang kecil yang pengen naik haji. Emak yang hanya bisa menabung sejuta setahun. Saat ini, ketika terkumpul 5 juta, umur emak sudah 60 tahunan. Kalau ONH 30 juta, berarti 25 tahun lagi Emak bisa naik haji.  Itu berarti umur 85 an Emak bakal pergi haji. Sebuah perjuangan ibadah yang sulit dan panjang. Tapi kecintaan kepada Allah mendorong Emak melakukan ACTION, dengan membuka tabungan haji dengan uangnya yang 5 juta itu. Tak peduli apakah Allah masih memberi umur lebih panjang atau tidak.

Kata Emak, “kalau Allah keburu memanggil Emak, hati Emak toh sudah lama berada di Makkah.”

Tak sekedar menceritakan beratnya perjuangan Emak menuju baitullah. Film ini juga menampilkan ketimpangan sosial yang terjadi dalam masyarakat muslim Indonesia. Di satu sisi seorang seperti Emak demikian sulitnya melaksanakan rukun Islam kelima, tapi di sisi lain tetangga Emak, seorang saudagar kaya raya telah menunaikan haji dan umroh berkali-kali.

Si kaya yang telah berhaji berkali-kali, tak menyadari memiliki tetangga yang kelaparan sehingga harus makan bangkai burung. Sementara Emak yang miskin segera tergerak menyisihkan uangnya untuk membantu tetangganya itu.

Emak yang baru memiliki tabungan 5 juta, rela mengorbankan seluruh tabungannya demi membantu biaya operasi hernia cucu satu-satunya.

Dengan cerita yang apik dan ending tak terduga toh akhirnya Emak dan Zain berhasil menunaikan ibadah haji. Dalam blognya Asma Nadia menulis tentang pengalaman pribadinya menunaikan ibadah haji  “Biaya naik haji makin membumbung tinggi sehingga sulit untuk dijangkau. Tapi berkat Allah, saya dan suami bisa juga naik haji. Sampai suami
bilang kita kira haji itu kita yang bayar tapi ternyata Allah yang bayar. Pokoknya nabung dan diniatin untuk haji meski cuma seribu perak per hari.”

Ayo, wujudkan niat Anda dengan ACTION.

Bisa membuka tabungan haji.

Atau gabung dengan PT. Arminareka. Cukup bayar DP 5 juta. Insya Allah, Dia akan membukakan jalan-jalan kemudahan bagi kita. Amiin.