Umroh Sekeluarga

9 02 2010

Jamarat di hari nahr

Sejak pulang haji, ada keinginan kembali ke sana. Siapapun yang pernah ke sana pasti punya keinginan yang sama. Karena kenikmatan ibadah di tanah suci Makkah dan Madinah tak tertandingi dengan ibadah di tempat lain di manapun.

Sejak pulang haji, istripun sekali lagi membuka tabungan haji dan umroh. Harapannya bisa segera kembali ke sana. Minimal umroh. Harapannya bisa umroh sekeluarga. Saya, istri, anak-anak, plus Ibu dan Ibu mertua. (Ayah-ayah kami telah tiada).

Ini adalah action untuk menguatkan niat. Agar setiap bulan tergerak untuk menabung menyisihkan penghasilan kami. Waktu berlalu, lima tahun sudah sejak kami pulang haji. Ternyata kami belum juga berangkat umroh sekeluarga. Tabungan belum cukup juga.

Setiap ada teman dan kerabat pergi haji. Salah satu doa yang kami titipkan adalah agar mimpi kami umroh sekeluarga diwujudkan Allah. Selagi kami masih memiliki umur.

Banyak tanda-tandanya bahwa impian kami bakal terwujud. Meskipun saat penghasilan kami sempit, kami masih mampu dan berani menyisihkan uang untuk ditabung. Meskipun tabungan sudah mulai beranjak, kami beranikan mengambilnya untuk ditabung di akhirat. Ketika ada proyek pembangunan pesantren.

Allah tak tidur. Dia yang Maha Memberi Rizki pasti menggantinya dengan berlipat ganda.

Lalu kemarin, saya bertemu dengan seorang marketing perusaahaan penyelenggara umrah dan haji plus. Wah, berani-beraninya daftar di umroh dan haji plus. Padahal uang belum terkumpul. Ya! Untuk menemui marketingnya tak perlu uang sepeserpun. Kenapa takut? Nanti saat positif mau berangkat umroh dan haji, barulah diperlukan uang.

Dari obrolan selama satu setengah jam saya mendapatkan penjelasan dan semangat. Bahwa ternyata umroh dan haji plus tidaklah berat dari segi biaya. Kita akan berkemampuan ketika kita mau maksimal mengusahakannya. Bekerja dengan sungguh-sungguh. Berusaha sungguh-sungguh, maka Allah akan memberikan kemampuan itu.

Sebenarnya tak ada yang aneh: kalau kerja keras dan sungguh-sungguh insya Allah mendapatkan hasil maksimal. Tapi di sini, saya belajar kerja cerdas dan fokus untuk mendapatkan biaya umroh dan haji plus. Subhanallah!

Maka sejak kemarin saya bertekat untuk mewujudkan niat saya berumroh sekeluarga tahun ini.  Tanda-tanda Allah mengabulkan doa teman-teman saya selama di Makkah dan Madinah semakin tampak. Jika Allah menghendaki, tak ada yang sulit. Semua akan menjadi mudah. Allah mengendalikan seluruh alam semesta ini saja demikian mudahnya. Apatah lagi hanya untuk kami sekeluarga. Insya Allah, demikian juga halnya untuk Anda sekeluarga.

Wallahu’alam bis shawab.

Cikarang Baru, 24 Shafar 1431H/9 Februari 2010

Advertisements