Mampulah, Agar Bisa Berhaji

14 02 2010
O, senangnya melihat langsung Ka'bah. Kiblat yang selama ini kita shalat menghadapnya

O, senangnya melihat langsung Ka'bah. Kiblat yang selama ini kita shalat menghadapnya

Rukun Islam yang kelima adalah pergi menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah, jika berkemampuan. Mampu artinya memiliki ilmunya, tenaga dan kesehatannya, dan finansialnya. Kalau ditanyakan kepada setiap muslim apakah ada keinginan menunaikan haji, pasti jawabannya:

“Ya, pasti. Siapa yang gak pengen.”

“Tapi, saya belum mampu”

Kebanyakan mampu yang dimaksudkan ini adalah mampu secara finansial. Oke, ilmu bisa dipelajari, kebugaran bisa dilatih, jadi memang tinggal finansial yang pantas dijadikan sebagai alasan. Sehingga banyak muslimin yang tidak proaktif menyambut perintah berhaji, karena ada syarat “jika mampu” itu.

Seharusnya ada cara pandang baru dalam menyikapi kalimat “berhaji jika berkemampuan” itu.

Bagaimana jika kita balik logikanya: “Ayo menjadi berkemampuan agar bisa berhaji!”

Alhamdulillah, di beberapa komunitas wirausaha mulai tumbuh keinginan untuk mandiri. Tak hanya mandiri, bahkan memberikan kemaslahatan bagi beberapa karyawan dan keluarganya. Selanjutnya menjadi orang yang berkemampuan. Bahkan berkemampuan lebih secara finansial. Banyak yang sukses. Banyak juga yang menjadikan ibadah haji menjadi salah satu targetnya. Salah satu contoh adalah MMC1 yang berketetapan hati menunaikan haji bersama-sama tahun 2012.

Ternyata berhaji bisa dikejar realisasinya. Dengan menjadikan diri berkemampuan. Dengan bekerja lebih keras dan cerdas. Bukan menunggu rezeki tercurah dari langit. Bukan menunggu panggilan Nabi Ibrahim a.s. Karena panggilan itu sudah ada sejak dulu, sejak perintah berhaji itu menjadi rukun Islam, melalui sebuah hadits Nabi SAW.

“Dari Umar bin Khattab r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah; menegakkan shalat, menunaikan zakat, shaum Ramadhan, dan engkau berhaji ke Baitullah, jika engkau mampu.” (HR. Muslim)

Ayo, jadilah berkemampuan agar bisa segera menunaikan ibadah haji. Melaksanakan rukun Islam kelima! Rencanakanlah dari sekarang. Kalau perlu daftar dari sekarang. Semakin lambat mengambil tindakan semakin jauh waiting listnya. Jika tak mau menunggu terlalu lama, bayar DP-nya untuk mengikuti program haji khusus.

Semoga Allah memudahkan kita semua. Amiin.

Cikarang Baru, 29 Shafar 1431/14 Februari 2010

Choirul Asyhar

Penulis Buku “Haji, Rencanakanlah Maka Kau Akan Mampu”

Advertisements